Nama “Cempalarang” berasal dari kawasan hutan dan area adat yang dijaga sebagai ruang spiritual para leluhur.
Arca Cempalarang merupakan salah satu situs sejarah dan budaya yang berada di kawasan Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan. Situs ini dipercaya masyarakat adat sebagai peninggalan peradaban Sunda kuno yang memiliki kaitan erat dengan sejarah leluhur Kampung Adat Miduana dan keturunan Kerajaan Pajajaran.
NMenurut penuturan para sesepuh dan tokoh adat setempat, Arca Cempalarang telah ada sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu dan diyakini menjadi bagian dari kawasan kabuyutan atau tempat yang disakralkan oleh masyarakat Sunda pada masa lampau. Nama “Cempalarang” sendiri berasal dari kawasan hutan dan area adat yang sejak dahulu dijaga sebagai ruang spiritual, tempat musyawarah, serta lokasi perenungan para leluhur
Di kawasan situs terdapat batu-batu besar dan bentuk arca yang dipercaya sebagai simbol peninggalan karuhun atau leluhur Sunda. Meski belum sepenuhnya terungkap melalui penelitian arkeologi modern, masyarakat meyakini bahwa situs ini memiliki hubungan dengan perjalanan sejarah Eyang Jagat Nata dan Eyang Jagat Niti, tokoh leluhur yang dipercaya sebagai pendiri kawasan Miduana dan Balegede.
Secara budaya, Arca Cempalarang tidak dipandang sebagai objek pemujaan, melainkan sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah, alam, dan nilai kehidupan masyarakat adat. Hingga kini, kawasan ini masih dijaga melalui tradisi lisan, aturan adat, dan penghormatan terhadap alam sekitar sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Balegede.
Selain memiliki nilai sejarah, Arca Cempalarang juga menjadi bagian penting dari pengembangan wisata edukasi budaya di Cianjur Selatan. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa warisan budaya Sunda kuno masih hidup dan terus dilestarikan oleh masyarakat adat hingga generasi sekarang.